Jam

Pages

welcome to blog sukmaone.blogspot.com

Selasa, 22 November 2011

Penyakit Difteri

Definisi
     Penyakit akut yg disebabkan oleh basil gram Æ Corynebacterium diphteriae pd selaput-selaput mucosa dengan ciri-ciri yg sangat katarestik ialah terbentuknya pseudomembran berwarna kuning kelabu, susah diangkat dan mudah berdarah

Etiologi
1.      Basil gram Æ Corynebacterium diphtheriae
II.    Polimorf, tidak bergerak, tidak membentuk spora
3 tipe
a.       Gravis
b.       Mitis
c.       Intermediate

Epidemiologi
    Terdapat di negara berkembang

Insidens
a.       Terutama pada anak-anak umur 2 – 5 tahun
b.      Jarang pd bayi < 6 bulan atau > 10 tahun

Cara Penularan
   Kontak dengan penderita/ carrier
    Droplet infection/ makanan terkontaminasi
Masa Tunas
      2 – 7 hari
Imunisasi
    DPT 0.5 cc i.m
    Mulai umur 3 bulan, 3x berturut-turut tiap bulan
    Booster umur 1½  - 2 tahun, dan 5 tahun
   Lalu setiap 5 tahun sampai 15 tahun suntikan DT

Patogenesis dan Gejala-gejala
a.       Kuman membentuk pseudomembran berwarna putih kelabu sukar diangkat dan bila dipaksakan mudah terjadi perdarahan.
Dpt meluas ke hidung, pharynx, tonsil, larynx, trachea dan menyebabkan obstruksi jalan napas dengan gejala sesak napas, cyanosis, stridor inspiration, retraksi daerah epigastrium, suprasternum, sekitar clavicula dan antar iga
b.       Kuman membentuk eksotoksin yang menyebar secara hematogen dan limfogen ke
                                                               i.      Kelenjar-kelenjar regional (bull neck)
                                                             ii.      Jantung (myocarditis)
                                                           iii.      Hati (perlemakan dan nekrosis)
                                                           iv.      Saraf (degenerasi, demyelinisasi, paresis, paralisis)
Kematian terjadi karena shock, obstruksi jalan napas , decompensatio cordis atau bronchopneumonia

   Parese paling sering pada otot-otot palatum à sering keselek
  Parese diaphragma paling berbahaya


Klasifikasi
      Menurut tpt infeksi dpt dibagi atas:
1.       Rhinitis Difterika
Sangat jarang (2%)
Gejala: dypsnoe, epistaksis, sekret hidung purulent sanguinosa
DD/ dengan corpus alienum dan lues congenital
2.       Tonsilitis atau Tonsilopharyngitis Difterika
Paling sering dijumpai
Frekuensi sangat tinggi
Infeksi meliputi pharynx, tonsil, adenoid, uvula, palatum molle
Gejala:   tapak sakit berat, panas, dyspnoe, sakit tenggorok terutama bila menelan, stridor inspirasi dan biasanya disertai pembengkakan kelenjar regional (bull neck)
DD/ dengan:
-          Tonsilitis folikularis
-          Angina Plaut Vincent
-          Angina Agranulositik
3.       Laryngitis atau Laryngotracheitis Diferika
Frekuensi: 25% sebagai perluasan pharyngitis difterika
Gejala khas: anak gelisah, ketakutan, dyspnoe, cyanosis, stridor inspirasi, retraksi epigastrium, suprasternal, clavicula, antar iga
Biasanya terdapat bull neck
DD/ dengan:
-          laryngitis akuta
-          laryngi-tracheitis
-          bronchitis acuta
-          asthma bronchiale
-          corpus alienum di larynx
4.       Difteri kulit
Sangat jarang, dapat timbul di daerah telinga, conjungtiva, umbilicus, vagina

Diagnosis
%      Terdapat pseudomembran yang khas
%      Menemukan kuman secara langsung/ biakan

Lab
     Leukositosis, Hb dan eritrosit menurun 
-            Dalam urine, mungkin ada: albumin uria, torak hyalin, eritrosit dan leukosit

Komplikasi
1.       Traktus respiratorius
·         Obstruksi jalan napas
·         Bronchopneumonia
·         Atelectasis
2.      Cardiovasculer
·         Myocarditis
·         Decompensatio cordis kanan dan kiri
\3.     Tractus urogenitalis
·         Nefritis akuta
4.      Susunan saraf
·         Neuritis
·         Paralisis palatum, otot mata, muka, leher, ekstremitas
·         N.phrenicus pada yg sangat berat
Therapy
1.       Isolasi
2.       Istirahat total
3.       ADS 20.000 u 2 hari berturut-turut
4.       Penicillin Procaine 50.000 u/ kgBB/ hari sampai panas turun 3 hari
5.       Corticosteroid 5 – 15 g/ kgBB/ hari atau prednison 2 mg/ kgBB/ hari
Corticosteroid diberikan selama 3 minggu dan dihentikan dengan tappering off utk mencegah rebound phenomena.
Tujuan pemberian kortikosteroid:
-          anti infeksi

0 komentar:

Poskan Komentar